Selasa, 22 Februari 2011

MEMBANGUN SPIRITUALITAS LEWAT IBADAH SHOLAT


MEMBANGUN SPIRITUALITAS  LEWAT
IBADAH SHOLAT
( Oleh : Sutarno, M.Ag)

A.    SHOLAT
            Sholat merupakan salah satu wujud nyata komunikasi langsung antara seorang hamba dan penciptanya. Melalui sholat, seorang hamba dapat berdialog dengan Allah SWT. Seorang hamba dapat memuji, memohon ampunan, mengharap pertolongan, dan berserah diri kepada Yang Maha Kuasa. Oleh karena itu, Rosululloh SAW. Menyebut sholat sebagai tiang agama. Semakin bagus sholatnya, dapat diharapkan semakin kuat pula iman dan pengamalan agamnya. Sebaliknya semakin jelek sholatnya, semakin rapuh iman dan semakin jelek pula pengamalan agamanya. Sholat memiliki kedudukan yang sangat penting dalam kehidupan umat islam.
            Firman Alloh dalam Surat Al Ankabut ayat 45 :

ã@ø?$# !$tB zÓÇrré& y7øs9Î) šÆÏB É=»tGÅ3ø9$# ÉOÏ%r&ur no4qn=¢Á9$# ( žcÎ) no4qn=¢Á9$# 4sS÷Zs? ÇÆtã Ïä!$t±ósxÿø9$# ̍s3ZßJø9$#ur 3 ãø.Ï%s!ur «!$# çŽt9ò2r& 3 ª!$#ur ÞOn=÷ètƒ $tB tbqãèoYóÁs? ÇÍÎÈ
Artinya : Bacalah apa yang Telah diwahyukan kepadamu, yaitu Al Kitab (Al Quran) dan Dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan- perbuatan) keji dan mungkar. dan Sesungguhnya mengingat Allah (shalat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadat-ibadat yang lain). dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.

B.      AGENDA IBADAH HARIAN (SHOLAT)
            Islam adalah agama yang mudah sekaligus indah. Alloh SWT. Tidak akan menyulitkan hambanya untuk dapat melaksanakan islam dan tugas-tugas yang dibebankan.
            Firman Alloh dalam Surat Thoha  ayat 2 :
!$tB $uZø9tRr& y7øn=tã tb#uäöà)ø9$# #s+ô±tFÏ9 ÇËÈ
Artimya : Kami tidak menurunkan Al Quran Ini kepadamu agar kamu menjadi susah;
            Dari kandungan ayat Al Qur’an tersebut, betapa mudahnya melaksanakan beragam ibadah kepada Allah SWT. Misalnya sholat memerlukan waktu kurang lebih dua menit dalam satu roka’a. Dzikir kepada Alloh dapat dilaksanakan dalam hitungan menit. Kegiata ibadah agar kita selalu online dengan Allah SWT. Dapat dilakukan di mana saja, dalam kondisi apa saja sehingga dapat dilakukan bersamaan dengan kegiatan-kegiatan lain tanpa terganggu.
            Kunci agar kita selalu online dengan Allah SWT. Hanya satu, bergantung pada niat, kesungguhan dan usaha. Kebiasaan untuk selalu berkomunikasi dengan Allah tidak datang secara tiba-tiba, tetapi perlu dibangun dalam jangka panjang melalui usaha yang tidak kenal lelah dan dikerjakan secara rutin. Kegiatan berkomunikasi dengan Allah merupakan suatu investasi jangka panjang untuk kepentingan akhirat.
            Agenda ibadah pribadi dapat menjadi alat yang efektif untuk memperkuat niat, meneguhkan komitmen, dan mendisiplinkan diri dalam melakukan ibadah. Ada beberapa dasar pemikiran dan pertimbangan yang perlu diperhatikan dalam menyusun sebuah agenda ibadah pribadi, diantaranya adalah sebagai berikut :
1.      Kegiatan ibadah yang dilakukan harus selalu berdasarkan Al qur’an dan Dunnah Rasulullah SAW.
2.      Kegiatan ibadah harus sesuai dengan kemampuan diri baik darisegi waktu, tenaga, pengetahuan dan kemampuan yang dimiliki.
3.      Istiqomah, artinya kegiatan ibadah dilakukan secara terus menerus dalam jangka panjang, bahkan seumur hidup.
4.      Secara sadar dan sistematis, kita terus berusaha meningkatkan kualitas dan kuantitas ibadah dengan terus belajar dengan berbagai cara.

C.    PENUTUP
                  Ibadah khusunya sholat yang dapat dilakukan dalam 100 menit (4,1%) sehari semalam, jika kita mampu mengagendakan, keutamaanya sangat besar. Agenda ibadah adalah salah satu upaya seorang hamba untuk mengembangkan kebiasaan, mengalokasikan waktu, tenaga, dan pemikiran agar dapat selalu berkomunikasi langsung dengan Allah SWt. Agenda ibadah sebaiknya dibuat secara tertulis, dipasang di tempat yang mudah terlihat dan terbaca. Dengan demikian akan selalu menjadi tanda pengingat apa yang mesti dilakukan untuk berkomunikasi dengan sang pencipta Allah SWT.



 

AGENDA IBADAH HARIAN WAJIB & SUNNAH INTENSIF

IBADAH
PAGI
@
SIANG
@
SORE
@
PETANG
@
MALAM
@
DINI HARI
@
TOTAL @
WAJIB
D H U H A

DZUHUR
8
ASAR
8
MAGHRIB
6
ISYA’
8
SUBUH
4
34
SUNNAH QOBLIYAH


4





4


8
SUNNAH BA’DIYAH


4



4

4


12
SUNNAH DHUHA
12










12
SUNNAH TAHAJUD










24
24
DZIKIR MIN


1

1

1

1

1
5
DO’A-DO’A


1

1

1

1

1
5
BACA ALQUR’AN






10




10
TOTAL

12

18

10

22

18

30
100

Keterangan : @ = Durasi dalam menit.        
                    Prosentase waktu 4,1 % / 1 Jam 40 menit

PTK


JUDUL PTK SDN PONCOL 5
1.     Penerapan Metode Team Game Tournament Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Pkn Pada Siswa Kelas V SDN Poncol 2  Poncol  Magetan Tahun Pelajaran 2007 / 2008
2.     Penerapan Metode Cooperative Learning Untuk Meningkatkan Prestasi Belajar Matematika Pada Siswa Kelas IV SDN Poncol II Kecamatan Poncol Kabupaten Magetan Tahun Pelajaran 2007/2008
3.     Meningkatkan Prestasi Belajar Mengarang Bahasa Indonesia Dengan Metode Pembelajaran Terbimbing Pada Siswa Kelas IV SDN Poncol 5 Kecamatan Poncol Kabupaten Magetan  Tahun Pelajaran 2008/2009
4.     Upaya Meningkatkan Prestasi Belajar IPA Dengan Metode Pembelajaran Discovery Pada Siswa Kelas IV   SDN Poncol 5  Tahun Pelajaran 2008/2009
5.     Meningkatkan Motivasi Belajar Bahasa Jawa Melalui Metode Contextual Teaching and Learning (CTL) Pada Siswa Kelas VI SDN Poncol 5 Kecamatan Poncol Kabupaten Magetan Tahun Pelajaran 2009/2010
6.     Penerapan Metode Inquiry Untuk Meningkatkan Prestasi Belajar Matematika Pada Siswa  Kelas V SDN Poncol 5 Poncol Magetan Tahun Pelajaran 2009/2010



Senin, 21 Februari 2011

psikologi kognitif

TUGAS RESUME BUKU PSIKOLOGI KOGNITIF
Mata Kuliah                 : Psikologi Kognitif
Dosen Pengampu          : Dr. Khoiruddin Bashori
Oleh                             : Jurianto  (NPM : 20091010116)

INTELEGENSI MANUSIA DAN KECERDASAN BUATAN
v     Dari beberapa teori para ahli dapat disimpulkan. Intelegensi adalah kemampuan untuk belajar dari pengalaman dengan menggunakan proses-proses metakognitif dalam upayanya meningkatkan pembelajaran dan kemampuan untuk beradaptasi dengan lingkungan sekitar.
v     Intelegensi tidak hanya ditunjukkan oleh hasil tes dan juga tidak hanya digunakan saat tes atau mengerjakan PR saja. Tetapi kita gunakan saat menjalin relasi dengan orang lain, dalam melakukan performa kerja secara efektif dan dalam mengatur hidup secara umum.
v     Salah satu pendekatan terhadap intelegensi adalah memahaminya berdasarkan analisis faktor, yaitu sebuah teknik statistik yang berusaha mengidentifikasi sumber-sumber laten perbedaan individu saat mengerjakan tes-tes. Di antara model-model analisis faktor yang utama mengenai intelegensi adalah:

1.      Model Factor “g” Spearman
Menurut Spearman intelegensi dapat dimengerti berdasarkan 2 jenis factor.
-         Sebuah factor umum tunggal mendorong performa di semua tes kemampuan mental.
-         Seperangkat factor yang spesifik terlibat didalam performa hanya di dalam tipe-tipe tertentu tes kemampuan mental. Bagi Spearman factor umum yang disebutnya “g” (general) menyediakan kunci untuk memahami intelegensi Spearman yakin “g” dihasilkan dari “energi mental”.
2.      Model Kemampuan Mental Utama Thurstone
Louis Thurstone menyimpulkan intelegensi terletak pada tujuh factor yaitu :
a.   Pemahaman verbal (tes kata-kata)
b.   Penguasaan verbal (tes kata-kata dengan di awali dengan huruf-huruf tertentu dengan batas waktu.
c.   Penalaran induktif (tes analogi).
d.   Visualisasi spasial
e.   Operasi angka dan digit
f.     Memori
g.   Kecepatan mempersepsi


3.      Model Struktur Intelek (SOI) Guilford
Menurut Guilford intelegensi dapat difahami dari banyak factor sampai 150 faktor operasi esensinya berupa proses-proses mental seperti mengingat dan mengevaluasi

4.      Model Hierarkis Cattel, Vernon dan Carrd
Model ini menyatakan bahwa intelegensi umumnya mengandung 2 sub factor utama yaitu : kemampuan cair dan kemampuan terkristal.
v     Sebuah pendekatan alternative terhadap intelegensi adalah memahaminya berdasarkan pemrosesan–informasi. Para teoritisi pemrosesan-informasi berusaha memahami intelegensi berdasarkan jumlah konstruk dan tugas. Konstruk tersebut mencakup waktu penginspeksian, pemilihan waktu reaksi, kecepatan mengakses kosakata dan kemampuan menggunakan komponen-komponen penalaran dan pemecahan masalah.
v     Pendekatan yang utama untuk memahami inteegensi (berdasarkan model antropologis) adalah pendekatan kontekstual, yaitu intelegensi dipengaruhi oleh nilai-nilai budaya baik secara keseluruhan atau sebagian. Perbedaan kemampuan intelegensi disebabkan oleh perbedaan budaya tempat individu tinggal.
v     Kemampuan intelektual bisa diajarkan, begitu juga intelegensi bisa dibentuk dan ditingkatkan. Tetapi seberapa tinggi peningkatan bisa dicapai dan bagaimana cara mencapainya  tidak dapat ditentukan.
v     Di masa dewasa intelegensi terus berubah kemampuan-kemampuan terkristal meningkat dengan cukup stabil. Kemampuan-kemampuan cair terkadang menurun, khususnya disepuluh tahun terakhir sebelum meninggal.
v     Searle seorang filosuf mengatakan keberatan terhadap ide dasar bahwa komputer bisa dianggap benar-benar cerdas. Ini dia gambarkan dengan istilah “Ruangan Cina” maksudnya computer hanya bekerja menurut seperangkat aturan yang sudah diprogram. Computer tidak benar-benar mengerti dan memahami hubungan-hubungan di antara input dan output. Sebaliknya dia hanya menggunakan hubungan yang sudah ditetapkan sehingga membuatnya terlihat cerdas di permukaan.