Senin, 21 Februari 2011

psikologi kognitif

TUGAS RESUME BUKU PSIKOLOGI KOGNITIF
Mata Kuliah                 : Psikologi Kognitif
Dosen Pengampu          : Dr. Khoiruddin Bashori
Oleh                             : Jurianto  (NPM : 20091010116)

INTELEGENSI MANUSIA DAN KECERDASAN BUATAN
v     Dari beberapa teori para ahli dapat disimpulkan. Intelegensi adalah kemampuan untuk belajar dari pengalaman dengan menggunakan proses-proses metakognitif dalam upayanya meningkatkan pembelajaran dan kemampuan untuk beradaptasi dengan lingkungan sekitar.
v     Intelegensi tidak hanya ditunjukkan oleh hasil tes dan juga tidak hanya digunakan saat tes atau mengerjakan PR saja. Tetapi kita gunakan saat menjalin relasi dengan orang lain, dalam melakukan performa kerja secara efektif dan dalam mengatur hidup secara umum.
v     Salah satu pendekatan terhadap intelegensi adalah memahaminya berdasarkan analisis faktor, yaitu sebuah teknik statistik yang berusaha mengidentifikasi sumber-sumber laten perbedaan individu saat mengerjakan tes-tes. Di antara model-model analisis faktor yang utama mengenai intelegensi adalah:

1.      Model Factor “g” Spearman
Menurut Spearman intelegensi dapat dimengerti berdasarkan 2 jenis factor.
-         Sebuah factor umum tunggal mendorong performa di semua tes kemampuan mental.
-         Seperangkat factor yang spesifik terlibat didalam performa hanya di dalam tipe-tipe tertentu tes kemampuan mental. Bagi Spearman factor umum yang disebutnya “g” (general) menyediakan kunci untuk memahami intelegensi Spearman yakin “g” dihasilkan dari “energi mental”.
2.      Model Kemampuan Mental Utama Thurstone
Louis Thurstone menyimpulkan intelegensi terletak pada tujuh factor yaitu :
a.   Pemahaman verbal (tes kata-kata)
b.   Penguasaan verbal (tes kata-kata dengan di awali dengan huruf-huruf tertentu dengan batas waktu.
c.   Penalaran induktif (tes analogi).
d.   Visualisasi spasial
e.   Operasi angka dan digit
f.     Memori
g.   Kecepatan mempersepsi


3.      Model Struktur Intelek (SOI) Guilford
Menurut Guilford intelegensi dapat difahami dari banyak factor sampai 150 faktor operasi esensinya berupa proses-proses mental seperti mengingat dan mengevaluasi

4.      Model Hierarkis Cattel, Vernon dan Carrd
Model ini menyatakan bahwa intelegensi umumnya mengandung 2 sub factor utama yaitu : kemampuan cair dan kemampuan terkristal.
v     Sebuah pendekatan alternative terhadap intelegensi adalah memahaminya berdasarkan pemrosesan–informasi. Para teoritisi pemrosesan-informasi berusaha memahami intelegensi berdasarkan jumlah konstruk dan tugas. Konstruk tersebut mencakup waktu penginspeksian, pemilihan waktu reaksi, kecepatan mengakses kosakata dan kemampuan menggunakan komponen-komponen penalaran dan pemecahan masalah.
v     Pendekatan yang utama untuk memahami inteegensi (berdasarkan model antropologis) adalah pendekatan kontekstual, yaitu intelegensi dipengaruhi oleh nilai-nilai budaya baik secara keseluruhan atau sebagian. Perbedaan kemampuan intelegensi disebabkan oleh perbedaan budaya tempat individu tinggal.
v     Kemampuan intelektual bisa diajarkan, begitu juga intelegensi bisa dibentuk dan ditingkatkan. Tetapi seberapa tinggi peningkatan bisa dicapai dan bagaimana cara mencapainya  tidak dapat ditentukan.
v     Di masa dewasa intelegensi terus berubah kemampuan-kemampuan terkristal meningkat dengan cukup stabil. Kemampuan-kemampuan cair terkadang menurun, khususnya disepuluh tahun terakhir sebelum meninggal.
v     Searle seorang filosuf mengatakan keberatan terhadap ide dasar bahwa komputer bisa dianggap benar-benar cerdas. Ini dia gambarkan dengan istilah “Ruangan Cina” maksudnya computer hanya bekerja menurut seperangkat aturan yang sudah diprogram. Computer tidak benar-benar mengerti dan memahami hubungan-hubungan di antara input dan output. Sebaliknya dia hanya menggunakan hubungan yang sudah ditetapkan sehingga membuatnya terlihat cerdas di permukaan.






























































































Tidak ada komentar:

Poskan Komentar